Senin, 30 April 2012

Komunikasi antar pribadi dan keterampilan komunikasi

 Komunikasi antar pribadi dan keterampilan komunikasi

Komunikasi merupakan proses pemindahan informasi dan pengertian antara dua orang atau lebih, dimana masing-masing berusaha untuk memberikan arti pada pesan-pesan simbolik yang dikirim melalui suatu media.
Dalam pengertian tersebut, Saya ingin menegaskan dua hal tentang komunikasi. Pertama, komunikasi tidak hanya meliputi dua orang atau  lebih saja, tetapi juga melibatkan usaha mereka untuk mengerti  bagaimana berhubungan satu sama lain. Kedua, komunikasi menggunakan simbol-simbol, yang dapat berupa gerak tangan, suara, huruf-huruf, angka-angka, dan kata-kata yang mengungkapkan gagasan-gagasan yang dimaksudkan untuk berkomunikasi.
Mengapa keterampilan komunikasi sangat penting bagi para manajer? Sedikitnya ada dua alasan yang sangat penting, yaitu :
1)    Komunikasi merupakan pilar utama penyelenggaraan fungsi-fungsi manajemen. Proses komunikasi memungkinkan para maanjer menunaikan tanggung jawab atas tugas-tugasnya. Informasi harus dikomunikasikan kepada para pemimpin agar mereka memiliki dasar untuk merencanakan. Perencanaan harus dikomunikasikan kepada yang lain dalam rangkaian penyelenggaraan dan penyelesaian kegiatan. Penyelenggaraan membutuhkan adanya komunikasi antar individu mengenai kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan. Pengendalian membutuhkan adanya komunikasi antara pemimpin dan bawahan tentang bagaimana tujuan-tujuan kelompok kerja dapat dicapai. Demikian pula, komunikasi secara lisan dan tertulis merupakan bagian penting dalam pengawasan.
2)    Komunikasi merupakan kegiatan yang menyita sebagian besar waktu kerja para manajer. Para manajer menggunakan sebagian besar waktunya untuk berkomunikasi, baik dengan jalan tatap muka maupun melalui tilpun. Apabila mereka sedang tidak melakukan pembicaraan, mereka akan menulis atau mendiktekan catatan-catatan, surat-surat, atau laporan-laporan. Kalau tidak, mereka harus membaca catatan-catatan, surat-surat, atau laporan-laporan yang diterima. Dari penjelasan-penjelasan ini tampak sekali ketergantungan fungsi-fungsi manajemen pada proses komunikasi.
ELEMEN KOMUNIKASI
Terdapat delapan elemen yang menentukan efektivitas komunikasi, yaitu :
1)    Pengirim, orang-orang yang mengawali suatu komunikasi.
2)    Penerima, orang-orang yang melalui inderanya menerima pesan-pesan dari Pengirim.
3)    Encoding, proses mengubah gagasan atau informasi ke dalam rangkaian simbol atau isyarat. Dalam proses ini, gagasan atau informasi diterjemahkan ke dalam simbol-simbol (biasanya dalam bentuk kata-kata atau isyarat) yang memiliki kesamaan arti dengan simbol-simbol yang dimiliki Penerima.
4)    Pesan, bentuk fisik dari informasi-informasi atau gagasan-gagasan yang telah diubah oleh pengirim. Pesan biasanya diberikan dalam bentuk-bentuk yang dapat dihayati dan ditangkap oleh salah satu indera atau lebih dari penerima. Perkataan dapat didengar, tulisan tangan dapat dibaca, dan isyarat-isyarat tangan dapat dilihat, dan sentuhan tangan dapat dirasakan sebagai ancaman atau kehangatan. Pesan-pesan non-verbal merupakan bentuk yang sangat penting terutama di dalam menekankan arti atau memberikan reaksi-reaksi secara terbuka.
5)    Decoding, proses penterjemahan terhadap pesan-pesan yang dikirim oleh Pengirim kepada Penerima. Proses ini dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman masa lampau, penggunaan interprestasi yang bersifat pribadi terhadap simbol-simbol atau isyarat-isyarat, harapan-harapan, dan saling pengertian dengan Pengirim. Komunikasi lebih efektif dan efisien apabila pesan yang diterjemahkan oleh penerima seimbang atau sesuai dengan pesan-pesan yang dimaksudkan oleh Pengirim.
6)    Channel, cara/saluran/jalan pengiriman suatu pesan. Hal ini seringkali dapat dipisahkan dari pesan. Agar komunikasi dapat berjalan secara efisien dan efektif, Channel haruslah sesuai dengan pesan yang hendak dikirim.
7)    Noise, faktor pengganggu jalannya komunikasi. Munculnya gangguan ini bisa pada setiap tahap komunikasi.
8)    Feedback (umpan balik), reaksi atau ekspresi Penerima terhadap pesan-pesan yang telah diterimanya, dan dikomunikasikan kepada Pengirim. Dengan adanya umpan balik, Pengirim dapat mengetahui sejauh mana pesan-pesan yang telah dikirimnya bisa diterima oleh Penerima.

 http://leapinstitute.com/article/keterampilan-komunikasi-antar-pribadi-sebuah-pengantar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar